Seribu Anak Yatim di Jombang Terima Santunan, Gerakan Jombang Berinfaq Resmi Diluncurkan
Sebanyak 1.000 anak yatim di Kabupaten Jombang menerima santunan Ramadan dari Baznas dan lembaga zakat. Kegiatan ini sekaligus meluncurkan Gerakan Jombang Berinfaq untuk memperkuat solidaritas sosial.
JOMBANG – Senyum lebar tak bisa disembunyikan dari wajah Irul (11) dan Rizki (12), dua siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Thoyib Hidayat Pojok Puton, Kecamatan Diwek. Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, keduanya menerima bingkisan peralatan sekolah lengkap dengan uang saku, sebuah hadiah sederhana yang terasa begitu berarti.
Irul dan Rizki menjadi bagian dari 20 anak yatim/piatu asal Kecamatan Diwek yang berangkat sejak pagi menuju Masjid Baitul Mukminin Jombang, Selasa (3/3/2026). Mengenakan baju putih dan peci hitam, mereka tampak rapi dan penuh semangat mengikuti kegiatan santunan yang menghadirkan kehangatan dan kepedulian sosial.
“Kami dari Lazisnu Kecamatan Diwek mengirim 20 anak yatim/piatu. Kami berangkat sejak pagi. Tidak hanya kami, lembaga zakat, infaq, dan sedekah lainnya juga mengirim anak-anak yatim,” ujar Rendika Dian Anggara, Sekretaris Lazisnu MWC-NU Kecamatan Diwek yang mendampingi mereka.

Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jombang, Baznas Provinsi Jawa Timur, hingga AFCO Group. Total sebanyak seribu anak yatim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang menerima santunan berupa tas sekolah, alat tulis, serta uang saku.
Ketua Baznas Jombang, Veri Rifdian Virdian, menjelaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi seluruh lembaga zakat, infaq, dan sedekah di Jombang. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
“Semoga ini menjadi berkah dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung semangat belajar adik-adik semua,” tuturnya.
Tak hanya menjadi ajang berbagi, kegiatan ini juga menandai peluncuran Gerakan Jombang Berinfaq yang diresmikan secara simbolis oleh Warsubi. Dalam prosesi tersebut, Bupati bersama Wakil Bupati Salmanudin memasukkan infaq ke dalam kotak koin yang telah disiapkan, diikuti jajaran Forkopimda.
Gerakan Jombang Berinfaq digagas sebagai upaya memperkuat solidaritas sosial masyarakat, khususnya dalam menjawab berbagai persoalan sosial di daerah. Ketua Baznas Jawa Timur, Ali Maschan Moesa, menyebut kegiatan serupa juga dilaksanakan di 17 kabupaten/kota lain di Jawa Timur, masing-masing dengan santunan untuk seribu anak yatim.
“Ini momentum Ramadan untuk memperkuat ajaran Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya sedekah,” ujarnya.
Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang memungkinkan kegiatan ini terlaksana. Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Menyelesaikan persoalan sosial adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah dan masyarakat harus bergandengan tangan demi kemaslahatan umat,” katanya.
Ia berharap Gerakan Jombang Berinfaq dapat terus digaungkan dan dikelola secara akuntabel serta aman, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
Di tengah lantunan doa dan kebersamaan Ramadan, senyum Irul, Rizki, dan ratusan anak yatim lainnya menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat menghadirkan harapan besar bagi masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



