Pemuda Jombang Sukses Berkarier di Industri Game Jepang
Wildan Purnomo, pemuda asal Jombang sukses menjadi animator game di Jepang.
JOMBANG – Perkembangan industri game yang semakin pesat membuka peluang besar bagi talenta muda, termasuk dari Indonesia. Hal ini dibuktikan oleh Wildan Purnomo (29), pemuda asal Desa Senden, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang berhasil mewujudkan impian masa kecilnya menjadi bagian dari industri game di Jepang.
Wildan Purnomo meniti kariernya dengan penuh perjuangan. Ia sempat mengenyam pendidikan di Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Semarang. Namun, di semester lima, ia memutuskan berhenti kuliah demi mengejar peluang ke Jepang, meski dengan informasi yang terbatas.
“Awalnya saya mengetahui dari teman yang sedang belajar bahasa Jepang. Saya coba mencari tahu proses pendaftarannya, ikut tes, dan akhirnya diterima untuk belajar bahasa Jepang di Tokyo,” ujar Wildan, Selasa (21/4/2026).
Sesampainya di Jepang, perjalanan Wildan tidak langsung mulus. Ia harus menempuh pendidikan bahasa Jepang sambil bekerja paruh waktu. Target utamanya adalah memperoleh sertifikat kemampuan bahasa Jepang level N3 sebagai syarat melanjutkan studi ke jurusan impiannya.
Setelah berhasil meraih sertifikat tersebut melalui program beasiswa, Wildan melanjutkan pendidikan di Yoshida Gakuen College, Sapporo, Hokkaido, dengan jurusan Computer Information yang berfokus pada animasi game.
Usai menyelesaikan studinya, Wildan sempat mencoba melamar ke perusahaan game ternama Jepang, Capcom, yang dikenal melalui game populer seperti Street Fighter dan Resident Evil. Namun, ia belum berhasil lolos karena keterbatasan kemampuan bahasa.
Tidak menyerah, pada tahun 2022 Wildan akhirnya diterima bekerja di Digidelic, sebuah perusahaan yang terlibat dalam berbagai proyek game dan produksi televisi di Jepang.
Di perusahaan tersebut, Wildan dipercaya terlibat dalam pengembangan game eFootball, yang sebelumnya dikenal di Indonesia sebagai Pro Evolution Soccer (PES). Tak hanya itu, pada proyek terbarunya, ia juga mengerjakan animasi untuk salah satu museum terbesar di Jepang, yakni Museum Edo di Tokyo.
Wildan menilai peluang kerja di Jepang, khususnya di bidang game dan animasi, masih terbuka lebar bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia.
“Peluangnya masih besar, karena banyak anak muda Jepang yang lebih konsumtif. Banyak pekerjaan di bidang desain justru diisi oleh tenaga kerja dari luar, seperti India dan Malaysia,” jelasnya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda Indonesia yang ingin berkarier atau melanjutkan studi di Jepang agar mempersiapkan diri dengan baik, terutama dalam penguasaan bahasa.
“Lebih baik belajar bahasa Jepang dari Indonesia, minimal sampai level N3 sebelum berangkat,” ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


