DPRD Jombang Akan Panggil Kontraktor Terkait Ambruknya Atap Pasar Ploso
DPRD Jombang akan memanggil kontraktor proyek Pasar Ploso setelah atap bangunan yang baru selesai tiga bulan ambruk, diduga membahayakan keselamatan pedagang.
JOMBANG – DPRD Jombang merespons cepat insiden ambruknya atap bangunan Pasar Ploso yang terjadi pada Rabu (18/3/2026) dini hari. Lembaga legislatif tersebut berencana memanggil pihak kontraktor pelaksana proyek untuk dimintai penjelasan dan pertanggungjawaban.
Anggota DPRD Jombang dari Fraksi PKB, Mochammad Fauzan, menegaskan pihaknya akan mendorong pimpinan DPRD agar segera memanggil CV pemenang tender proyek tersebut.
“Kami akan mendorong pimpinan DPRD Jombang untuk memanggil CV pemenang tender untuk dimintai penjelasan dan pertanggung jawabannya,” ujarnya.
Fauzan menilai kondisi ambruknya atap pasar yang baru selesai dibangun sekitar tiga bulan lalu sangat tidak wajar. Apalagi, proyek rehabilitasi tersebut menelan anggaran sekitar Rp3,9 miliar.
Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kerusakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan para pedagang yang beraktivitas setiap hari di Pasar Ploso.
“Ini tidak boleh dibiarkan karena bisa mengancam keselamatan para pedagang pasar,” tegasnya.
Diketahui, bagian atap teras lantai dua Pasar Ploso ambruk sekitar pukul 01.30 WIB di sisi utara bangunan yang berada di Desa Losari, Kecamatan Ploso. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, material bangunan yang runtuh sempat menimpa area bawah pasar, termasuk dua sepeda motor yang terparkir.
Sebagai informasi, proyek rehabilitasi Pasar Ploso dikerjakan sejak 18 Juli 2025 dan rampung pada pertengahan Desember 2025. Insiden ini kini menjadi sorotan publik dan memicu desakan evaluasi terhadap kualitas pembangunan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

