Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Disambut Ribuan Santri Tebuireng hingga Ziarah Bawa Tongkat Mbah Hasyim
Gus Kikin Ketum PBNU terpilih saat disambut ribuan santri Tebuireng dan ziarah ke Makam Mbah Hasyim Asy'ari. (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Disambut Ribuan Santri Tebuireng hingga Ziarah Bawa Tongkat Mbah Hasyim

Gus Kikin (KH Abdul Hakim Mahfudz) disambut haru ribuan santri Tebuireng Jombang usai terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031 pada Muktamar ke-35 NU.

TIMES Jombang,Selasa 1 September 2026, 19:41 WIB
219
R
Rohmadi

JOMBANGSuasana haru menyelimuti Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Ribuan santri menyambut kepulangan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, sesaat setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut tiba di tengah sambutan meriah para santri. Lantunan Ya Lal Wathan dan salawat menggema, diiringi penampilan tim hadrah pesantren.

Bagi para santri, momen tersebut bukan sekadar penyambutan rutin. Gus Kikin merupakan pengasuh mereka yang kini mendapat amanah memimpin PBNU, organisasi keagamaan dengan jaringan luas di Indonesia dan mancanegara.

Salah seorang santri asal Magetan, Munarwan, mengaku bangga atas terpilihnya Gus Kikin.

“Senang karena pengasuh sendiri. Rasa di dalam hati ikut senang dan bangga karena pengasuh kami dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU,” ujar Munarwan.

Munarwan menceritakan, ribuan santri memadati area pesantren untuk memberikan ucapan selamat secara langsung.

“Ada penyambutan dari para santri dan tim hadrah Tebuireng. Banyak santri yang melantunkan Ya Lal Wathan dan salawat bersama-sama,” katanya.

Ia berharap Gus Kikin mampu menjalankan amanah tersebut dengan baik serta membawa NU ke arah yang lebih maju.

“Semoga menjadi lebih baik dan bisa bertanggung jawab dengan jabatannya,” ucap Munarwan.

Ziarah Makam Pendiri NU dan Membawa Tongkat KH Hasyim Asy'ari

Usai menerima sambutan para santri, Gus Kikin melanjutkan perjalanan menuju kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Tebuireng.

Suasana khidmat terlihat saat Gus Kikin berjalan menuju makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Dalam ziarah tersebut, Gus Kikin tampak membawa sebuah tongkat yang peninggalan pendiri NU tersebut.

Gus Kikin, yang merupakan cicit KH Hasyim Asy’ari, didampingi oleh KH Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), Menteri Haji dan Umrah.

Keduanya berziarah, berdoa, dan melakukan tabur bunga di makam KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta keluarga besar Tebuireng yang dimakamkan di kompleks tersebut.

Gus Kikin mengaku terharu sekaligus bersyukur melihat antusiasme para santri.

“Saya di jalan baru dikasih tahu kalau ada yang menyambut. Ini, ya Allah, alhamdulillah. Kebersamaan semacam ini sangat mendapat ridha dari Allah SWT,” ujar Gus Kikin.

Ia mengungkapkan, keterpilihannya sebagai Ketua Umum PBNU merupakan hasil dari proses panjang selama Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

“Dari proses yang panjang selama beberapa hari, tadi pagi saya diamanahi untuk menjadi Ketua Umum PBNU,” katanya.

Meski demikian, Gus Kikin menyadari ada tanggung jawab besar yang harus diemban selama lima tahun ke depan.

“Ada rasa senang, ada juga rasa beban. Ini amanah yang cukup serius untuk dipikirkan karena mengandung beban yang cukup berat,” tuturnya.

Pesan Kelestarian Keilmuan dan Kembalinya Kepemimpinan Dzurriyah

Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin menyampaikan pesan kepada para santri agar terus mendalami ilmu sekaligus meneladani warisan keilmuan KH Hasyim Asy’ari.

Menurutnya, Tebuireng bukan hanya tempat menimba ilmu, melainkan juga ruang untuk mempelajari sanad keilmuan yang ditinggalkan Hadratussyaikh.

“Di Pondok Tebuireng inilah kita belajar ilmu-ilmu yang dulu diajarkan Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Ilmu beliau sangat mendalam dan sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Ia meminta para santri tidak hanya menghafal, tetapi juga mengambil hikmah dari pelajaran yang telah diwariskan.

“Terutama untuk para santri, belajarlah dan ambillah pelajaran yang ditinggalkan oleh Hadratussyaikh. Sebab, ilmu-ilmu beliau tersambung sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW,” tegasnya.

Sementara itu, Gus Irfan menyebut ziarah ini sebagai bentuk penghormatan pertama Gus Kikin setelah resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031.

Menurut Gus Irfan, KH Hasyim Asy’ari telah meninggalkan dua amanah besar kepada generasi penerus, yaitu Pesantren Tebuireng dan Nahdlatul Ulama.

“Pesantren Tebuireng alhamdulillah sampai hari ini masih dipegang amanahnya oleh dzurriyah (keturunan) beliau,” kata Gus Irfan.

Terpilihnya Gus Kikin, lanjut Gus Irfan, menjadi momentum penting kembalinya kepemimpinan PBNU ke pangkuan keturunan pendiri NU.

“Nahdlatul Ulama sudah cukup lama dipegang bukan oleh dzurriyah beliau. Alhamdulillah, pagi ini kembali diserahkan kepada dzurriyah beliau,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rohmadi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jombang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.