Kenduri Durian Wonossalam 2026 Ditiadakan, Produksi Anjlok Akibat Cuaca Ekstrem
Pemkab Jombang resmi meniadakan Kenduri Durian (Kenduren) Wonosalam 2026. Produksi durian lokal anjlok hingga sisa 20 persen akibat cuaca ekstrem.
Jombang – Agenda tahunan yang menjadi ikon promosi wisata Kabupaten Jombang, Kenduri Durian Wonosalam 2026, resmi ditiadakan. Keputusan pahit ini diambil menyusul anjloknya produksi dan menurunnya kualitas durian lokal akibat faktor cuaca yang tidak menentu.
Kepastian pembatalan acara yang selalu menyedot ribuan wisatawan tersebut disampaikan melalui konferensi pers di akun media sosial resmi JombangKab, Jumat (20/2/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Jombang, Hartono, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah menerima laporan teknis dari para kepala desa di Kecamatan Wonosalam terkait kondisi panen yang merosot drastis.
“Dengan berat hati kami sampaikan bahwa Kenduri Durian Wonosalam tahun ini ditiadakan. Produksi durian mengalami penurunan signifikan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas, karena dampak cuaca,” ujar Hartono.
Tren Penurunan Produksi
Menurut Hartono, tren penurunan hasil panen sebenarnya sudah dirasakan sejak tahun lalu. Pada 2025, produksi durian Wonosalam tercatat menyusut hingga 50 persen dari kondisi normal. Tahun ini, angka tersebut kembali merosot tajam.
“Kalau tahun lalu sudah turun 50 persen, sekarang turun lagi hingga diperkirakan hanya tersisa sekitar 20 persen dari kondisi normal,” jelasnya.
Kondisi tersebut telah dilaporkan para kepala desa kepada Bupati Jombang, Warsubi. Pemerintah kabupaten (Pemkab) akhirnya melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memutuskan membatalkan gelaran yang biasanya menjadi magnet ekonomi kerakyatan tersebut.
Menjaga Marwah Durian Wonosalam
Hartono mengungkapkan, Pemkab Jombang sebenarnya sempat mempertimbangkan opsi mendatangkan durian dari luar daerah agar acara tetap berjalan. Namun, wacana tersebut ditolak tegas oleh masyarakat dan para petani Wonosalam.
“Jika dipaksakan dengan membeli durian dari luar, itu justru akan mengurangi nilai dan orisinalitas durian Wonosalam. Masyarakat dan petani tidak menghendaki hal itu,” tegas Hartono.
Selain kuantitas yang terbatas, kualitas rasa durian lokal tahun ini diprediksi tidak optimal akibat pengaruh cuaca ekstrem. Pemkab khawatir jika acara tetap dipaksakan, hal itu justru akan mencederai reputasi durian Wonosalam sebagai komoditas unggulan Jombang di mata wisatawan.
Atas pertimbangan tersebut, seluruh kepala desa di Kecamatan Wonosalam sepakat untuk tidak mengambil langkah spekulatif yang berpotensi mengecewakan pengunjung.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Daripada hasilnya tidak maksimal dan mengecewakan pengunjung, lebih baik ditiadakan tahun ini,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




