Sekolah Perempuan di Jombang, Kolaborasi PUSPA Arimbi dan PKBI Dorong Pemberdayaan Desa
TIMES Jombang/Dosen Universitas Darul Ulum, Siti Arifah saat menyampaikan materi di Sekolah Perempuan di Balai Desa Menturo, Kabupaten Jombang. (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

Sekolah Perempuan di Jombang, Kolaborasi PUSPA Arimbi dan PKBI Dorong Pemberdayaan Desa

SEKOPER yang digelar di Desa Menturo Jombang mendorong perempuan lebih percaya diri dan aktif di ruang publik.

TIMES Jombang,Jumat 13 Februari 2026, 12:32 WIB
1.1K
R
Rohmadi

JOMBANGBalai Desa Menturo, Kabupaten Jombang, menjadi pusat kegiatan pemberdayaan perempuan dengan digelarnya Sekolah Perempuan (SEKOPER) sejak 7 dan 13 Februari 2026. Program ini akan berlangsung dalam enam pertemuan dan dilanjutkan pada pekan-pekan berikutnya.

SEKOPER tidak hanya menghadirkan pembelajaran nonformal berbasis komunitas, tetapi juga dilengkapi layanan tes kesehatan gratis, pembagian vitamin, serta alat kontrasepsi. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan melalui penguatan kesadaran diri, rasa percaya diri, dan kemampuan berperan aktif dalam kehidupan keluarga, sosial, ekonomi, serta ruang publik di desa.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PUSPA Arimbi Jombang dan PKBI Kabupaten Jombang. Pelaksanaannya juga melibatkan mahasiswa Universitas Darul Ulum Jombang (Undar Jombang) yang mendampingi kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM).

Dosen Universitas Darul Ulum, Siti Arifah, menegaskan bahwa SEKOPER menjadi ruang penting untuk mematahkan stigma bahwa perempuan hanya berperan di ranah domestik.

“Melalui SEKOPER, perempuan diberi kesempatan untuk terlibat dalam kebijakan desa, memutus mata rantai pernikahan dini dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta meningkatkan kesadaran kritis terhadap persoalan sosial,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Salah satu peserta, Shofiyatun Nisa’, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari materi yang disampaikan para pemateri.

“Saya merasa lebih percaya diri untuk mengaplikasikan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari dan membagikannya kepada ibu-ibu lainnya. Saya juga terinspirasi untuk terus belajar dan menjadi agen perubahan di desa,” katanya.

Sementara itu, Ketua PKK Desa Menturo, Alfiyati, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pendirian sekolah khusus perempuan tersebut.

“Saya sangat bangga dengan adanya Sekolah Perempuan di desa kami. Pendidikan perempuan adalah kunci percepatan kemajuan masyarakat. Jika perempuan mendapat kesempatan belajar yang setara, perubahan positif akan lebih cepat terwujud,” ungkapnya.

Melalui Sekolah Perempuan (SEKOPER), Desa Menturo diharapkan menjadi contoh bagaimana pendidikan nonformal dapat menjadi sarana efektif pemberdayaan perempuan. 

Program ini juga menunjukkan bahwa penguatan peran perempuan di tingkat desa mampu mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan dan inklusif. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rohmadi
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jombang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.