Wisuda 409 Mahasiswa, UNIPDU Jombang Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional
Pengembangan UNIPDU tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas kampus, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman di tingkat internasional.
JOMBANG – Sebanyak 409 mahasiswa Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Kabupaten Jombang resmi menyandang gelar akademik dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana ke-25 di Gelora Abi As’ad UNIPDU Jombang, Minggu (23/8/2026).
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forkopimda, Forkopimcam, tamu undangan, serta perwakilan sejumlah mitra.
Salah satu tamu khusus yang hadir yakni Director General Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya, Mr David Lin, yang turut menyampaikan ucapan selamat kepada UNIPDU dan para wisudawan.
Rektor UNIPDU, Dr. dr. H.M. Zulfikar As’ad, MMR atau Gus Ufik, mengatakan wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para alumni untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
“UNIPDU terus mengembangkan diri dan melengkapi fasilitas sesuai kebutuhan serta tantangan zaman,” ujar Gus Ufik.
Menurutnya, pengembangan UNIPDU tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas kampus, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman di tingkat internasional.
Salah satunya melalui program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), termasuk kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan mahasiswa UNIPDU di Malaysia.
Selain Malaysia, jejaring kerja sama internasional UNIPDU terus diperluas dengan sejumlah negara, di antaranya Taiwan, Prancis, Thailand, dan Vietnam.
Kerja sama dengan Institut français d’Indonésie (IFI) Surabaya juga terus berjalan. UNIPDU dipercaya sebagai lembaga pengujian kemampuan bahasa Prancis DELF, sementara untuk pengujian bahasa Inggris juga dilakukan melalui kerja sama dengan IIAF.
Sejumlah mahasiswa UNIPDU bahkan memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pengembangan pendidikan ke luar negeri.
“Program ini kami siapkan agar mahasiswa memiliki pengalaman dan kemampuan untuk bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Gus Ufik.
Ia berpesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Para alumni juga diminta terus meningkatkan kompetensi serta menjaga nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UNIPDU.
"Kami mohon doa dan dukungan para orang tua, alim ulama, serta seluruh hadirin agar para alumni dapat membawa nama baik Unipdu,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jombang turut memberikan perhatian terhadap akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Bupati Jombang yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Jombang, Wor Windari menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Bupati kepada seluruh wisudawan.
Pemkab Jombang juga memberikan apresiasi melalui program beasiswa bagi 30 mahasiswa asal Jombang yang akan menempuh pendidikan di UNIPDU.
Program tersebut diprioritaskan bagi calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik maupun kemampuan yang baik, tetapi terkendala kondisi ekonomi atau masuk dalam kategori desil tertentu.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum (Yapetidu), Drs. KH. M. Zaimuddin W. As’ad, mengingatkan para wisudawan bahwa ilmu pengetahuan saja tidak cukup menjadi bekal dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, lulusan juga harus memiliki akhlak, mampu menjaga amanah, serta membiasakan diri melakukan kebaikan.
Ia kemudian menyampaikan enam pesan yang diambil dari kisah Imam Al-Ghazali.
Pertama, kematian merupakan hal yang paling dekat dengan manusia, sehingga kebaikan tidak seharusnya ditunda.
Kedua, masa lalu merupakan hal yang paling jauh karena waktu yang telah berlalu tidak dapat kembali dan hanya bisa dijadikan sebagai pelajaran.
Ketiga, nafsu merupakan hal yang paling besar. Karena itu, manusia harus mampu mengendalikan diri agar tidak terjerumus pada keinginan yang merugikan.
Keempat, amanah menjadi hal yang paling berat. Menurutnya, setiap kepercayaan yang diberikan harus dijaga dan tidak boleh dikhianati.
“Amanah adalah hal yang paling berat. Kalau mendapat amanah, jangan dilanggar,” tegas pria yang akrab disapa Gus Zuem.
Kelima, shalat disebut sebagai hal yang paling ringan. Namun, justru karena dianggap ringan, manusia terkadang mudah meninggalkannya.
Terakhir, lisan menjadi hal yang paling tajam. Pesan tersebut, menurutnya, semakin relevan di era digital ketika perkataan tidak hanya disampaikan secara langsung, tetapi juga melalui media sosial.
“Kalau pesan ini dipraktikkan, insyaallah akan mendapat pertolongan Allah SWT,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

