Orado Jombang Resmi Terbentuk, Targetkan Pembinaan Atlet Domino Pelajar
Orado Jombang resmi kenalkan domino sebagai cabang olahraga prestasi bagi pelajar. Fokus pada pembinaan atlet usia sekolah dan asah logika.
JOMBANG – Dunia olahraga di Kabupaten Jombang kini diperkaya dengan hadirnya cabang baru. Olahraga Domino Indonesia atau Orado Jombang resmi terbentuk dan berkomitmen mengembangkan domino sebagai cabang olahraga (cabor) prestasi, khususnya di kalangan pelajar.
Ke depan, Orado Jombang akan memfokuskan programnya pada pembinaan atlet usia sekolah untuk dipersiapkan mengikuti kompetisi profesional di tingkat yang lebih tinggi.
Ketua Orado Jombang, Muhammad Hakam Amarulloh, mengungkapkan bahwa meski kepengurusan telah dibentuk sejak awal tahun, kini pihaknya mulai aktif menggerakkan program pembinaan secara masif di daerah.
“Domino saat ini bukan lagi sekadar permainan tongkrongan. Ini sudah menjadi olahraga resmi yang diakui negara dan memiliki sistem kompetisi yang jelas,” ujar Hakam kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).
Asah Kecerdasan dan Strategi
Menurut Hakam, olahraga domino memiliki banyak manfaat bagi perkembangan pelajar, terutama dalam melatih konsentrasi, strategi, serta kemampuan berpikir logis dan sistematis. Ia menegaskan bahwa domino merupakan olahraga otak yang menuntut kecerdasan dalam pengambilan keputusan.
“Domino bukan hanya hiburan, tapi olahraga yang melatih fokus dan pembentukan karakter generasi muda,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Orado Jombang mulai melakukan pembinaan atlet pelajar melalui latihan bersama di sejumlah sekolah tingkat SMA di Kota Santri. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada teknik bermain sesuai standar regulasi olahraga domino dengan pendampingan langsung dari pengurus.
Target Ekstrakurikuler dan Workshop
Para pelajar tampak antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar memahami aturan kompetitif yang berlaku secara nasional.
“Target kami, domino bisa dikenalkan sejak dini sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kecerdasan,” tegas Hakam.
Rencana jangka panjang Orado Jombang meliputi sosialisasi yang lebih luas ke sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA. Program ini akan dikemas dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler, workshop, serta pertandingan persahabatan antarpelajar.
“Kami optimistis domino akan semakin dikenal sebagai olahraga modern yang mendidik, kompetitif, dan mampu mencetak atlet berprestasi dari Jombang,” imbuhnya.
Salah satu peserta kegiatan, Faiz Dwi Febrian, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang menantang. “Ternyata bukan cuma permainan biasa, tapi olahraga yang mengasah otak. Saya langsung mendaftar untuk bergabung dengan Orado Jombang,” kata Faiz. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



