https://jombang.times.co.id/
Sosok

Dari Kota Santri Jombang, Aang Fatihul Islam Menyemai Literasi hingga Dunia Akademik

Senin, 02 Februari 2026 - 13:35
Dari Kota Santri Jombang, Aang Fatihul Islam Menyemai Literasi hingga Dunia Akademik Aang Fatihul Islam, pegiatan literasi Jombang. (FOTO: Dok. Pribadi)

TIMES JOMBANG, JOMBANG – Dari sebuah kota santri bernama Jombang, lahir sosok pendidik dan penggerak literasi yang konsisten menjembatani dunia pesantren, akademik, dan kebudayaan. Dia adalah Aang Fatihul Islam, dosen, penulis produktif, sekaligus pendiri penerbit independen yang aktif mendorong budaya menulis di berbagai ruang.

Lahir pada 21 September 1985, perjalanan hidup Aang mencerminkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat tumbuh dari akar lokal tanpa tercerabut dari nilai spiritual dan kultural. Pendidikan formalnya ditempuh berjenjang, mulai dari MI Mamba’ul Ma’arif Karangdagangan, MTs Bahrul Ulum Gadingmangu Perak, hingga MAN Denanyar Jombang.

Minatnya pada bahasa mengantarkannya meraih gelar sarjana Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP PGRI Jombang pada 2009. Ia kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan lulus pada 2012. Di kampus tersebut, ia berguru sastra kepada sastrawan nasional Budi Darma, yang kala itu mengampu mata kuliah sastra.

Di luar jalur formal, Aang juga tumbuh dalam tradisi pesantren. Ia pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren At-Taqwa Doro Karangdagangan, Mamba’us Salam Pedes Perak, dan Mamba’ul Ma’arif Denanyar. Perpaduan dunia akademik dan pesantren inilah yang membentuk cara pandangnya dalam membaca teks, sejarah, dan kebudayaan.

“Bagi saya, ilmu tidak cukup berhenti sebagai pengetahuan. Ia harus hidup sebagai nilai dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Aang Fatihul Islam saat ditemui di Jombang, Senin (2/2/2026).

Dari Guru Desa hingga Dosen Perguruan Tinggi

Karier pengabdiannya dimulai dari pendidikan dasar. Ia pernah mengajar di MI Mamba’ul Ma’arif Karangdagangan dan menjadi tutor Paket B dan C di PKBM Eljimas. Ia juga sempat menjadi dosen di Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Kini, Aang tercatat sebagai dosen tetap Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Jombang serta mengemban tugas sebagai Gugus Kendali Mutu (GKM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Dalam dunia akademik, ia dikenal sebagai editor buku, reviewer jurnal nasional dan internasional, serta pendamping penulisan karya ilmiah. Konsistensinya dalam riset dibuktikan melalui berbagai hibah penelitian, mulai dari Hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP), PDUPT, hingga Hibah Fundamental Kemenristek.

Pria yang akrab disapa Aang juga dipercaya menjadi Dosen Pembimbing Lapangan Program Kampus Mengajar dan dinyatakan lulus Sertifikasi Penulis Buku Nonfiksi dari BNSP pada 2021.

Aktif di Organisasi dan Dakwah Literasi

Selain mengajar, Aang aktif di berbagai organisasi. Ia pernah menjabat Sekretaris ALTI Cabang Jombang, Ketua Lingkar Studi Santri (LISSAN), Sekretaris Komite Sastra Dewan Kesenian Jombang, hingga pengurus pusat ALTI dan IKA UNESA.

Di lingkungan Nahdlatul Ulama, ia dipercaya menjadi Ketua Pengurus Cabang Lembaga Dakwah NU (PC LDNU) Kabupaten Jombang. Melalui peran tersebut, ia mengembangkan konsep dakwah kultural berbasis literasi.

“Dakwah tidak harus selalu di mimbar. Ia bisa hadir lewat buku, tulisan, dan dokumentasi sejarah ulama agar generasi muda mengenal akarnya,” tuturnya.

Produktif Menulis dan Mendirikan Penerbit

Aang dikenal sebagai penulis dengan lebih dari 20 judul buku, baik fiksi maupun nonfiksi. Karyanya membentang dari sastra, linguistik, pendidikan, hingga sejarah dan keislaman. Beberapa judul yang dikenal antara lain Introduction to Literature, Stilistika Antara Bahasa dan Sastra, English for Pesantren, Kanjeng Sepuh Jombang, Kyai Langit, dan Cahaya Sang Kiai.

Kesadaran bahwa literasi membutuhkan ekosistem mendorongnya mendirikan Pena Langit Publishingpada 2023. Dalam dua tahun, penerbit ini telah menerbitkan puluhan judul buku dari berbagai penulis dan disiplin ilmu. Saat ini, Aang menjabat sebagai Direktur Utama penerbit tersebut.

“Menerbitkan buku adalah kerja peradaban. Ia menyambungkan pengetahuan, merawat ingatan, dan menjaga cahaya literasi tetap hidup lintas generasi,” katanya.

Aktif di Ruang Publik

Kiprahnya juga menjangkau ruang publik. Ia kerap menjadi narasumber pelatihan kepenulisan, pengisi podcast Radio Suara Jombang FM, serta aktif di Pojok Literasi Sejarah Jombang dengan tema menulis sebagai self-healing. 

Aang juga terlibat dalam pendokumentasian sejarah ulama Nusantara bersama PCNU Nganjuk Center. Saat ini, Aang tengah meneliti jejak Laskar Pangeran Diponegoro di Jawa Timur, sembari terus menulis di media cetak dan daring.

“Menulis bagi saya adalah bentuk pengabdian. Ia menghubungkan ilmu, sejarah, dakwah, dan nilai untuk generasi hari ini dan esok,” ucapnya. (*)

Pewarta : Rohmadi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jombang just now

Welcome to TIMES Jombang

TIMES Jombang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.