TIMES Jombang/KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang Jawa Timur. (FOTO: Istimewa)

Memasuki tahun politik, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia kerap dijadikan alat politik oleh berbagai oknum yang tidak bertang ...

TIMES Jombang,Jumat 17 Februari 2023, 11:12 WIB
24.7K
R
Rohmadi

JOMBONGMemasuki tahun politik, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia kerap dijadikan alat politik oleh berbagai oknum yang tidak bertanggungjawab. 

Posisi NU yang memiliki juta jemaah yang tersebar diseluruh penjuru Nusantara sering menjadi sasaran strategis bagi oknum yang memiliki kepentingan politik. 

Tak jarang banyak orang ketika menjelang momentum tahun politik secara tiba-tiba mendekat dan meng-NU-kan dirinya. Mirisnya sebagaian dari oknum itu, bukan untuk berhidmah namun untuk menggeruk suara untuk kepentingan politik seperti tahun 2024 mendatang. 

Menanggapi hal tersebut, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang Jawa Timur tak banyak mengambil pusing. Menurutnya, NU merupakan organisasi yang sakral jika ada oknum yang menyalahgunakan pasti akan mendapatkan bala sendiri. 

Hal itu, juga pernah dikatakan oleh salah satu penggerak dan pendiri NU yakni KH. Abdul Wahab Chasbullah yang berbunyi "Hidupkan NU ini, namun jangan sesekali mencari hidup di NU," kata Mbah Wahab. 

Namun, Gus Kikin juga mewanti-wanti jika ada oknum yang memanfaatkan NU untuk kepentingan pribadi yang sifatnya justu bisa memecah belah persatuan bangsa maka hal tersebut harus dicegah. 

"Jika hal itu berdampak negatif dan berpontensi pada perpecahan yang wajib dicegah," kata Gus Kikin kepada TIMES Indonesia, Kamis (16/2/2023). 

Kendati demikian, jika hal sebaliknya yang terjadi. Artinya jika dengan adanya oknum yang memanfaatkan NU untuk kepentingan politiknya namun dampaknya positif dirinya juga tak segan untuk mendukungnya. 

"Tapi kalau tidak berdampak negatif. Kenapa tidak? Politik, Ekonomi monggo silahkan itu profesi setiap orang. Bebas saja," ujar Gus Kikin. 

Menurutnya, semua orang bisa memiliki NU, jika semua itu untuk kepentingan organisasi dan kepentingan umat serta memperkuat persatuan suatu bangsa justu menurutnya itu langkah yang bagus. 

"Selagi Tidak Merugikan NU, Kenapa Tidak?Itu bagus, kalau misalkan itu untuk kepentingan organisasi dan umat," tegas Gus Kikin. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rohmadi
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jombang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.