Gus Ulib Dukung Gus Irfan sebagai Ketua PBNU
Gus Ulib saat bersama Gus Irfan dalam acara Mengajar RI beberapa waktu lalu. (FOTO: Dok. Pribadi for TIMES Indonesia)

Gus Ulib Dukung Gus Irfan sebagai Ketua PBNU

Menurut Gus Ulib, sosok Gus Irfan merupakan figur ideal untuk memimpin NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia.

TIMES Jombang,Rabu 13 Mei 2026, 14:45 WIB
937
R
Rohmadi

JOMBANGPengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, KH Zainul Ibad As’ad atau Gus Ulib menyebut Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan, sebagai sosok yang sangat potensial memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35 mendatang.

Menurut Gus Ulib, sosok Gus Irfan merupakan figur ideal untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Selain merupakan dzurriyah pendiri NU, Gus Irfan juga dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang mumpuni.

“Beliau itu dzurriyah Mbah Hasyim Asy’ari dan memiliki kemampuan manajerial yang tidak perlu diragukan lagi. Kapabilitas dan integritasnya sangat layak untuk memimpin PBNU ke depan,” ujar Gus Ulib saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026). 

Gus Ulib menilai Gus Irfan memiliki kapasitas, integritas, dan diterima banyak kalangan untuk memimpin PBNU pada periode mendatang. 

Gus Irfan sendiri saat ini menjabat sebagai Menteri Haji dan Umrah RI. Sosok cucu pendiri NU itu dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama di Indonesia pada September 2025 lalu.

Kritik Gus Ipul

Namun demikian, Gus Ulib juga menyampaikan kritik terhadap penunjukan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai Ketua Panitia Muktamar NU ke-35. Ia menilai posisi tersebut seharusnya diisi figur yang benar-benar netral dan tidak memiliki keterlibatan dalam konflik internal PBNU sebelumnya.

Menurutnya, netralitas panitia menjadi faktor penting agar pelaksanaan Muktamar berjalan adil, bermartabat, dan tidak memunculkan polemik baru di tubuh organisasi. Sikap tersebut juga pernah disampaikan Gus Ulib dalam pernyataannya yang dimuat Harian Bhirawa terkait pentingnya reformasi kepanitiaan Muktamar NU ke-35. 

Ia bahkan mengingatkan bahwa organisasi akan kehilangan arah apabila nilai moral dan spiritual dikesampingkan dalam proses pengambilan keputusan.

“Ketika nilai moral dan spiritual dikeluarkan dari organisasi atau perkumpulan, maka yang tersisa hanyalah perebutan kekuasaan yang bisa menghilangkan rasa keadilan dan peradaban kemanusiaan,” tegasnya.

Gus Ulib juga menyinggung ungkapan Raja Prancis Louis XIV, L’etat c’est moi yang berarti “Negara adalah saya”, sebagai gambaran bahaya kekuasaan absolut dalam sebuah organisasi maupun pemerintahan.

“Ungkapan itu mengingatkan kita bahwa kekuasaan absolut bisa melahirkan dominasi dan mengabaikan nilai keadilan,” imbuhnya.

Sementara itu, PBNU sendiri telah mulai mempersiapkan pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026. PBNU juga telah mengesahkan susunan panitia Munas, Konbes, dan Muktamar melalui surat keputusan resmi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rohmadi
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jombang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.