Ketua LK PBNU Dukung Kebijakan Menhaj RI Perketat Istithaah Haji
HM. Zulfikar As'ad atau Gus Ufik saat pertemuan dengan Gus Irfan Menhaj RI di Jakarta. (FOTO: TIMES Indonesia)

Ketua LK PBNU Dukung Kebijakan Menhaj RI Perketat Istithaah Haji

Ketua Lembaga Kesehatan PBNU menegaskan bahwa syarat kesehatan atau istithaah tidak boleh dipandang sebagai formalitas administratif semata.

TIMES Jombang,Selasa 2 Juni 2026, 14:45 WIB
123
R
Rohmadi

JOMBANGKetua Lembaga Kesehatan (LK) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), HM Zulfikar As'ad atau yang akrab disapa Gus Ufik, menyatakan dukungan terhadap kebijakan Menteri Haji dan Umrah RI, KH Mochammad Irfan Yusuf, yang menekankan pentingnya syarat kesehatan atau istithaah sebagai faktor utama dalam pemberangkatan calon jemaah haji.

Menurut Gus Ufik, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji sekaligus menekan angka kematian jemaah Indonesia di Tanah Suci yang selama ini masih menjadi perhatian serius.

Pernyataan itu disampaikan menyusul dimulainya kepulangan kloter pertama jemaah haji Indonesia pada 1 Juni 2026. Dari hasil pemantauan sementara, pelaksanaan haji tahun ini menunjukkan tren positif, terutama dari sisi kesehatan jemaah.

"Alhamdulillah, data sementara menunjukkan angka jemaah haji yang meninggal dunia tahun ini mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen dibandingkan musim haji sebelumnya. Ini tentu menjadi perkembangan yang patut diapresiasi," ujar Gus Ufik saat dikonfirmasi TIMES Indonesia, Selasa (2/6/2026). 

Evaluasi Haji 2026 Dinilai Mulai Menunjukkan Hasil Positif

Gus Ufik menilai Kementerian Haji telah melakukan berbagai pembenahan sejak awal proses penyelenggaraan haji. Mulai dari sistem pendaftaran, antrean keberangkatan, pemeriksaan kesehatan calon jemaah, hingga penguatan layanan kesehatan selama berada di Arab Saudi.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap pelaksanaan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kami melihat ada perbaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Persiapan panitia, pendamping jemaah, hingga tim kesehatan terlihat lebih matang. Koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi juga berjalan lebih baik," katanya.

Meski demikian, Gus Ufik mengingatkan masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dievaluasi, termasuk persoalan penempatan jemaah di Arafah dan Mina yang sempat menjadi perhatian pada pelaksanaan haji tahun ini.

"Hal-hal seperti itu tetap harus menjadi bahan evaluasi agar pelayanan jemaah ke depan semakin baik dan tidak terulang kembali," ujarnya.

Istithaah Haji Harus Diperketat, Bukan Sekadar Formalitas

Sebagai Ketua Lembaga Kesehatan PBNU, Gus Ufik menegaskan bahwa syarat kesehatan atau istithaah tidak boleh dipandang sebagai formalitas administratif semata.

Menurutnya, banyak kasus pada musim haji sebelumnya menunjukkan masih adanya jemaah yang diberangkatkan meski kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara optimal.

"Terdapat kasus jemaah yang baru tiba di Tanah Suci langsung sakit sehingga tidak mampu mengikuti rangkaian ibadah. Bahkan pernah ada jemaah yang melahirkan di Arab Saudi. Alhamdulillah, kejadian seperti itu tidak terjadi pada tahun ini," jelasnya.

Pria yang juga sebagai Rektor Unipdu Jombang itu, menilai kebijakan Kementerian Haji yang akan memperketat pemeriksaan kesehatan calon jemaah merupakan langkah yang tepat dan harus didukung seluruh pihak.

Menurut Gus Ufik, usia lanjut tidak boleh menjadi satu-satunya alasan seseorang dinyatakan tidak layak berangkat haji. Yang lebih penting adalah kondisi kesehatan dan kemampuan fisik jemaah dalam menjalankan ibadah.

"Usia bukan faktor utama. Banyak jemaah lanjut usia yang secara kesehatan masih sangat baik dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah. Sebaliknya, ada yang usianya lebih muda tetapi kondisi kesehatannya tidak memungkinkan," tegasnya.

Angka Kematian Jemaah Haji Indonesia Jadi Perhatian

Gus Ufik mengungkapkan bahwa tingginya angka kematian jemaah haji Indonesia selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi.

Menurutnya, Indonesia selama ini menjadi salah satu negara dengan jumlah jemaah wafat terbanyak saat musim haji berlangsung.

"Ini menjadi perhatian serius. Karena itu Presiden memberikan arahan agar dilakukan langkah-langkah konkret untuk menekan angka kematian jemaah. Salah satunya melalui penerapan syarat kesehatan yang lebih ketat," katanya.

Lelaki yang juga sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang itu, berharap upaya tersebut dapat memastikan jemaah berangkat dalam kondisi sehat, mampu menjalankan ibadah dengan baik, dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat.

Rumah Sakit NU Siap Dukung Program Kesehatan Haji

Gus Ufik juga merupakan Ketua Umum ARSINU. Ia memastikan jaringan rumah sakit NU di berbagai daerah siap mendukung kebijakan pemerintah terkait penguatan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji.

Menurutnya, sejumlah rumah sakit yang tergabung dalam ARSINU telah menyiapkan layanan khusus berupa Klinik Persiapan Haji dan Umrah.

Layanan tersebut tidak hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memberikan terapi, pendampingan medis, serta peningkatan kondisi kesehatan bagi calon jemaah yang memiliki penyakit tertentu.

"Rumah sakit ARSINU siap mendukung penuh program Kementerian Haji. Kami bekerja sama dengan dokter-dokter NU, LKNU, serta PERDOKHI untuk memastikan jemaah memperoleh pemeriksaan dan pendampingan kesehatan secara maksimal," ujarnya.

Dorong Evaluasi Menyeluruh untuk Haji yang Lebih Berkualitas

Gus Ufik, berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan haji 2026 sebagai dasar perbaikan penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.

Ia optimistis Indonesia dapat menjadi salah satu negara dengan tata kelola haji terbaik di dunia apabila aspek pelayanan dan kesehatan jemaah terus diperkuat.

"Tujuan akhirnya adalah jemaah berangkat dalam kondisi sehat, mampu menjalankan seluruh rukun haji dengan nyaman, keluarga di rumah tidak merasa khawatir, dan jemaah kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat serta selamat," ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rohmadi
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jombang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.