Cucu Pendiri NU Berharap Muktamar NU Bebas Politik Uang dan Intervensi Parpol
KH Irfan Yusuf atau Gus Irfan saat memberikan keterangan dan harapan terkait Muktamar NU pada open house lebaran di rumahnya di Tebuireng, Jombang (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

Cucu Pendiri NU Berharap Muktamar NU Bebas Politik Uang dan Intervensi Parpol

NU sebaiknya diberi ruang untuk menentukan arah kepemimpinannya secara mandiri tanpa pengaruh eksternal, termasuk dari kekuatan politik.

TIMES Jombang,Minggu 29 Maret 2026, 10:56 WIB
466
R
Rohmadi

JOMBANGKH Irfan Yusuf atau Gus Irfan menegaskan harapannya agar pelaksanaan Muktamar NU (Nahdlatul Ulama) tahun ini berjalan bersih dari praktik politik uang maupun campur tangan partai politik.

Dalam keterangannya pada Sabtu (28/3/2026), Gus Irfan yang juga menjabat sebagai Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi dalam menentukan kepemimpinan.

“Saya berharap muktamar NU bebas dari dua hal, yaitu money politic dan partai politik. Kita ingin proses penyusunan pengurus PBNU tidak didasarkan pada praktik politik uang, dan tidak ada intervensi dari partai politik,” ujarnya.

Putra KH Yusuf Hasyim tersebut menambahkan bahwa NU sebaiknya diberi ruang untuk menentukan arah kepemimpinannya secara mandiri tanpa pengaruh eksternal, termasuk dari kekuatan politik.

“Biarkan NU bekerja dengan sendirinya tanpa dicampuri oleh partai politik, apa pun itu. Walaupun saya sendiri kader partai,” katanya.

Terkait figur yang layak memimpin NU ke depan, Gus Irfan enggan menyebut nama tertentu. Ia menilai banyak tokoh yang memiliki kapasitas, namun yang paling utama adalah memastikan prosesnya berlangsung bersih.

“Kita tidak bicara sosok. Banyak tokoh yang layak. Yang terpenting adalah bebas dari money politik dan intervensi partai,” tegasnya.

Cucu dari Pendiri NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari ini juga menyoroti mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.

Menurutnya, sistem voting memiliki potensi rawan praktik politik uang. Karena itu, ia menilai model Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) bisa menjadi alternatif yang lebih baik.

“Saya pikir AHWA bagus, atau bisa juga ada usulan lain. Yang penting mekanismenya mampu memangkas praktik money politik,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rohmadi
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jombang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.