Asparagus Usung Gus Luqman Tremas Jadi Kandidat Ketua Umum PBNU
Asparagus (Aspirasi Para Gus) se-Jawa Timur memunculkan nama KH Luqman Harist Dimyathi atau Gus Luqman, pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar 2026.
Jombang – Pembahasan mengenai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menjadi perbincangan di kalangan pesantren menjelang pelaksanaan Muktamar NU mendatang. Isu tersebut mengemuka dalam acara buka puasa bersama yang digelar komunitas putra kiai se-Jawa Timur di Pondok Tinggi Darul Ulum, Jombang.
Ratusan putra kiai yang tergabung dalam komunitas Asparagus (Aspirasi Para Gus) se-Jawa Timur berkumpul dalam acara buka puasa bersama di Pondok Tinggi (Ponti) Darul Ulum, Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu (14/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung santai dalam suasana khas pesantren tersebut dihadiri para Gus dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari Banyuwangi, Sumenep, Magetan hingga Pacitan. Selain mempererat silaturahmi antar pesantren, sejumlah isu strategis juga menjadi bahan diskusi dalam pertemuan itu.
Salah satu topik yang mencuat adalah dinamika menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), termasuk pembahasan mengenai figur yang dinilai layak memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut sebagai Ketua Umum PBNU.
Tuan rumah kegiatan, KH Zahrul Jihad atau yang akrab disapa Gus Heri, mengatakan acara buka bersama ini merupakan agenda rutin yang sudah digelar untuk kesepuluh kalinya oleh komunitas Asparagus.
“Ini sudah yang ke-10 kali. Kegiatannya memang santai, tetapi biasanya juga ada pembahasan penting, termasuk rencana halal bihalal ke depan dan diskusi soal NU,” ujar Gus Heri dalam keterangan, Minggu (15/3/2026).
Gus Heri menegaskan pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis. Menurutnya, diskusi yang muncul lebih banyak berkaitan dengan dinamika internal NU dan peran pesantren dalam menjaga tradisi organisasi.
“Justru yang kita bahas tentang NU. Kita mengkritisi NU. Tidak ada kepentingan politik,” tegasnya.
Dalam perbincangan tersebut, muncul sejumlah nama yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin PBNU. Salah satu yang disebut adalah KH Luqman Harist Dimyathi atau Gus Luqman, pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan.
Menurut Gus Heri, Gus Luqman merupakan sosok yang memiliki pengaruh kuat di kalangan pesantren dan dinilai layak menjadi salah satu figur pemimpin NU ke depan.
Selain membahas dinamika organisasi, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan teknologi informasi di lingkungan pesantren.
Tokoh Asparagus lainnya, KH. Zahrul Ashar Asumta atau us Hans , menilai jaringan komunikasi antar pesantren perlu diperkuat dengan dukungan teknologi digital agar kolaborasi semakin efektif.
“Komunikasi seperti ini perlu ditingkatkan. Kalau misalnya kita kekurangan tim IT, bisa saling membantu dengan jaringan pesantren yang memiliki tim teknologi. Intinya kita saling menguatkan,” ujar Gus Hans.
Wakil Rektor Unipdu juga menegaskan bahwa komunitas Asparagus tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis. Bahkan saat dirinya pernah maju dalam kontestasi politik, ia menegaskan agar nama Asparagus tidak digunakan untuk kepentingan tersebut.
“Saya malah melarang penggunaan nama Asparagus untuk kepentingan politik saya,” katanya.
Acara buka puasa bersama tersebut juga dihadiri Wakapolres Jombang, Kompol Syarlis. Ia hadir mewakili Kapolres Jombang yang saat itu sedang mendampingi Kapolri dalam kunjungan kerja di Kabupaten Jombang.
Melalui pertemuan ini, para Gus berharap komunikasi dan silaturahmi antar pesantren di Jawa Timur terus terjaga. Selain menjadi ruang diskusi santai, forum tersebut juga diharapkan mampu melahirkan gagasan untuk memperkuat peran pesantren dan NU di masa mendatang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

