Kisah Inspiratif Dokter Jombang, Neng Iim Santuni 200 Yatim dan Janda Selama Ramadan
Sebanyak 100 anak yatim dan 100 ibu janda menerima bantuan berupa uang tunai serta paket makanan untuk berbuka puasa.
JOMBANG – Suasana haru dan penuh kehangatan terasa di sudut Kabupaten Jombang ketika ratusan anak yatim dan ibu janda berkumpul untuk menerima santunan Ramadan.
Kegiatan sosial tersebut digelar di Masjid Al-Madinah MAN 3 Jombang oleh dr. Hj. Rokhimah Riza, M. BIOMED, seorang dokter yang akrab disapa Neng Iim.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 100 anak yatim dan 100 ibu janda menerima bantuan berupa uang tunai serta paket makanan untuk berbuka puasa. Santunan tersebut merupakan bagian dari kegiatan sedekah Ramadan yang rutin dilakukan setiap tahun.
Bagi Neng Iim, Ramadan bukan hanya momentum menjalankan ibadah puasa, tetapi juga waktu terbaik untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Ia ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak yatim dan para ibu yang harus menjalani hidup tanpa pasangan.
“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Saya ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan para ibu janda. Semoga santunan ini bisa sedikit membantu dan membawa kebahagiaan bagi mereka,” ujar Neng Iim, Minggu (15/3/2026).
Perempuan yang juga dikenal sebagai owner deIME Aesthetic by dr. Iim itu menuturkan bahwa kegiatan sedekah Ramadan telah menjadi tradisi yang selalu ia jaga setiap tahun.

Ia percaya bahwa keberhasilan yang diperoleh dalam usaha dan karier harus diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Menurutnya, berbagi kepada anak yatim dan ibu janda merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, terutama di bulan suci Ramadan.
Selain menerima santunan, para penerima juga mendapatkan hidangan berbuka puasa bersama. Momen tersebut menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di dalam masjid.
Anak-anak yatim tampak bahagia saat menerima bantuan, sementara para ibu janda mengungkapkan rasa syukur atas kepedulian yang diberikan.
Kegiatan sosial seperti ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan semangat solidaritas dan kepedulian di tengah masyarakat.
Ramadan menjadi momentum yang mempertemukan berbagai kalangan untuk saling membantu dan memperkuat nilai kemanusiaan.
Bagi Neng Iim, kebahagiaan terbesar bukanlah sekadar kesuksesan dalam dunia profesional, melainkan ketika ia dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
“Selama masih diberikan rezeki dan kesehatan, saya ingin terus berbagi. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi lebih banyak orang,” tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

