Kisah Pedagang Asongan di Jombang Wujudkan Mimpi Naik Haji
Teman Hariono, penjual asongan asal Desa Dukuh Klopo, Peterongan, Jombang yang tekun menabung hingga sukses berangkat haji. (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

Kisah Pedagang Asongan di Jombang Wujudkan Mimpi Naik Haji

Teman Hariono (51) dan Jumilah (50), suami istri pedagang asongan di Jombang akan berangkat haji tahun ini. Ketekunan menabung menjadi kunci keberhasilan mereka melunasi biaya haji.

TIMES Jombang,Senin 27 April 2026, 13:06 WIB
897
R
Rohmadi

JOMBANGKisah penuh ketekunan dan harapan datang dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sepasang suami istri pedagangan asongan, Teman Hariono (51) dan Jumilah (50), akhirnya mampu mewujudkan impian mereka menunaikan ibadah haji pada tahun 2026. Keberhasilan itu diraih setelah hampir tiga dekade menabung dari hasil berdagang kecil.

Pasangan asal Dusun Kapringan, Desa Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan ini telah lama menggantungkan hidup dari berdagangan asongan. Teman Hariono memulai usahanya sejak tahun 1988, jauh sebelum menikah. Ia berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, menjajakan dagangannya di dalam bus hingga berbagai acara masyarakat.

Setelah menikah pada 1997, perjuangan tersebut dilanjutkan bersama sang istri. Keduanya tetap konsisten menjalani usaha, meski penghasilan awal hanya berkisar Rp35 ribu per hari. Seiring waktu, pendapatan mereka perlahan meningkat hingga mencapai sekitar Rp300 ribu per hari.

“Sejak dulu saya jualan dari bus ke bus, ikut pengajian sampai jaranan. Yang penting halal dan bisa menabung sedikit demi sedikit,” ujar Teman Hariono saat ditemui di kediamannya, Senin (27/4/2026).

Berbagai kegiatan menjadi peluang bagi pasangan ini untuk mencari rezeki, mulai dari pengajian, sedekah desa, hingga pertunjukan seni tradisional seperti jaranan dan reog. Prinsipnya sederhana: di mana ada keramaian, di situlah peluang untuk berdagang terbuka.

Tak jarang, Teman Hariono harus menempuh perjalanan jauh ke luar kota bahkan lintas provinsi demi menambah penghasilan. Ia pernah berdagang hingga ke Jepara, semua dijalani demi memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menabung untuk berangkat ke Tanah Suci.

“Kadang harus pergi jauh, tapi saya jalani saja. Yang penting ada hasil untuk keluarga dan tabungan haji,” katanya.

Disiplin menjadi kunci keberhasilan mereka. Dari setiap penghasilan, pasangan ini rutin menyisihkan uang, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu. Nominal kecil itu dikumpulkan secara konsisten hingga akhirnya cukup untuk mendaftar haji pada tahun 2012.

Setelah menunggu lebih dari satu dekade, kabar yang dinanti akhirnya tiba. Pada 2026, Teman Hariono dan Jumilah resmi mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji.

“Alhamdulillah, tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Ini semua berkat usaha, doa, dan kesabaran,” ungkapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rohmadi
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jombang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.