https://jombang.times.co.id/
Berita

Penggilingan Kopi Tradisional Wonosalam Masih Eksis hingga Kini

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:07
Bertahan di Tengah Modernisasi, Penggilingan Kopi Tradisional Wonosalam Masih Eksis hingga Kini Dian Nur Wahid pengelola kopi secara tradisional di Dusun Banyon, Carangwulung, Wonosalam, Jombang yang masih eksis di tengah modernisasi zaman. (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

TIMES JOMBANG, JOMBANG – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi pengolahan kopi, usaha penggilingan kopi tradisional di lereng Gunung Anjasmoro masih bertahan dan terus berdenyut. Tepatnya berada di Dusun Banyon, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, usaha ini menjadi saksi hidup kuatnya kearifan lokal di tengah arus modernisasi industri kopi.

Penggilingan kopi tradisional tersebut dikelola oleh Muhammad Dian Nur Wahid (25), generasi kedua yang meneruskan usaha keluarga sejak awal tahun 2000-an. Meski peralatan modern kini semakin mudah dijumpai, Dian memilih tetap setia menggunakan metode tradisional yang diwariskan orang tuanya.

“Usaha ini sudah berjalan sejak tahun 2000-an. Saya hanya meneruskan apa yang sudah dirintis orang tua,” ujar Dian saat ditemui di lokasi usahanya, Minggu (18/1/2026).

Dian-Nur-Wahid-pengelola-kopi-secara-tradisional-di-Dusun-Banyon-b.jpg

Dalam proses produksinya, Dian masih menjalankan tahapan pengolahan kopi secara manual. Proses dimulai dari pemilihan biji kopi mentah (green bean) berkualitas, kemudian dikeringkan secara alami. Setelah itu, biji kopi disangrai selama kurang lebih satu jam.

“Setelah disangrai, kopi didinginkan dulu, lalu disortir kembali sebelum akhirnya digiling hingga menjadi bubuk,” jelasnya.

Kopi bubuk hasil gilingan tradisional tersebut kemudian dikemas dalam beberapa pilihan ukuran, yakni 250 gram dan 100 gram, sebelum dipasarkan ke konsumen.

Menurut Dian, pengolahan kopi secara tradisional memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan penggunaan mesin modern. Selain biaya produksi yang lebih hemat, cita rasa dan aroma kopi dinilai lebih kuat dan khas.

“Biaya produksi lebih irit, dan aroma kopi dari proses tradisional itu memang berbeda,” katanya.

Namun demikian, metode tradisional juga memiliki tantangan tersendiri. Proses manual membutuhkan tenaga ekstra dan ketelatenan tinggi dalam setiap tahap produksinya.

“Tenaganya memang lebih berat dibandingkan mesin,” ujarnya.

Menariknya, seluruh alat penggilingan kopi yang digunakan Dian merupakan hasil rakitan sendiri. Dalam sehari, kapasitas produksi maksimalnya bisa mencapai 20 kilogram kopi. Meski demikian, rata-rata penjualan harian berkisar sekitar 2 kilogram. Dengan harga jual Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, omzet bulanan yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp6 juta.

Kopi produksi Dian dipasarkan dengan merek Nyoto Roso, dengan salah satu andalan utamanya adalah kopi ekselsa khas Wonosalam. Selain itu, ia juga memproduksi kopi arabika, robusta, serta robusta campuran.

Untuk harga, kopi ekselsa dijual Rp35 ribu per kemasan 250 gram atau Rp140 ribu per kilogram. Sementara kopi robusta campuran dibanderol Rp25 ribu untuk kemasan 250 gram dan Rp15 ribu untuk ukuran 100 gram.

Dian-Nur-Wahid-pengelola-kopi-secara-tradisional-di-Dusun-Banyon-c.jpg

Pemasaran kopi Nyoto Roso tidak hanya terbatas di wilayah Jombang. Konsumennya datang dari berbagai daerah, seperti Blitar, Tulungagung, hingga Kediri.

“Harapannya ke depan usaha ini bisa terus berkembang,” kata Dian.

Salah satu pelanggan setia, Rendar Putra (26), mengaku rutin mengonsumsi kopi ekselsa Wonosalam produksi Dian bersama keluarganya.

“Saya minum setiap hari. Rasanya unik dan ini juga bentuk kecintaan pada produk asli Jombang,” ujar Rendar.

Menurutnya, kopi Nyoto Roso juga kerap disajikan untuk menjamu tamu. Dari sisi harga, ia menilai produk tersebut masih sangat terjangkau.

“Harganya ramah di kantong, tapi rasanya beda,” tambahnya. (*)

Pewarta : Rohmadi
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jombang just now

Welcome to TIMES Jombang

TIMES Jombang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.