TIMES JOMBANG, JOMBANG – Deru mesin motor trail memecah sunyi kawasan hutan di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Kamis (8/1/2026). Di atas kendaraan taktis itu, Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin Yazid, jajaran Forkopimda, serta pimpinan OPD menembus jalur ekstrem menuju Dusun Kedungdendeng, Desa Jiporapah, wilayah tapal batas Jombang yang selama bertahun-tahun terisolasi akibat kondisi geografis yang sulit diakses.
Rombongan yang terdiri dari Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, Wakapolres Jombang Kompol Christian Bagus Yulianto, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo ini menempuh jalur hutan berbukit dan berlumpur demi memastikan langsung pembangunan infrastruktur jalan berjalan sesuai rencana.
Setibanya di permukiman warga, suasana berubah hangat. Tanpa jarak protokoler, kunjungan diawali doa bersama sebagai simbol harapan dan keselamatan bagi pembangunan yang tengah berlangsung. Abah Warsubi, sapaan akrab Bupati Jombang, bahkan duduk bersila dan sarapan pagi bersama warga, menyerap langsung aspirasi masyarakat.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan beragam keluhan, mulai dari sulitnya mengangkut hasil pertanian, mahalnya biaya distribusi, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan ketika ada warga yang sakit dan harus ditandu melewati medan berat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Bayu Pancoro Adi, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan membutuhkan pendekatan khusus dan sinergi lintas sektor.
“Medan ekstrem dan cuaca yang tidak menentu membuat pembangunan di kawasan seperti Jiporapah tidak bisa dilakukan secara biasa. Karena itu, skema Karya Bhakti bersama TNI dan Polri menjadi solusi efektif agar pembangunan tetap berjalan optimal,” ujar Bayu saat meninjau lokasi, Kamis (8/1/2026).
Pemerintah Kabupaten Jombang menggandeng TNI dan Polri dalam program Karya Bhakti yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, pembangunan jalan beton sepanjang 1,2 kilometer yang saat ini dikerjakan Kodim 0814 Jombang dengan anggaran Rp2 miliar. Tahap lanjutan akan disambung oleh Polres Jombang dengan alokasi anggaran yang sama.
Dengan total investasi Rp4 miliar, proyek ini ditujukan untuk membuka akses wilayah terisolasi sekaligus meningkatkan konektivitas ekonomi warga di tapal batas Jombang.
Usai sarapan bersama, Bupati dan rombongan meninjau langsung titik-titik pengerjaan jalan. Bagi warga Dusun Kedungdendeng, pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jalan menuju perubahan hidup.
Akses yang memadai diharapkan mampu mempermudah anak-anak berangkat sekolah, menekan biaya angkut hasil tani, serta mempercepat akses layanan kesehatan.
“Pola Karya Bhakti ini adalah bukti kehadiran negara hingga ke wilayah terluar. Kami ingin memastikan masyarakat perbatasan merasakan kemajuan yang sama dengan wilayah lainnya,” tegas Bupati Warsubi. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Pakai Motor Trail, Bupati Jombang Pastikan Pembangunan Masuk Wilayah Perbatasan
| Pewarta | : Rohmadi |
| Editor | : Deasy Mayasari |