TIMES JOMBANG, JOMBANG – Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Jawa Timur, KH. Zaimuddin Wijaya As’ad atau yang akrab disapa Gus Zuem, mengeluarkan imbauan kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Timur agar lebih intensif melakukan pendekatan persuasif terhadap civitas academica, khususnya para mahasiswa.
Hal ini disampaikan menyusul maraknya aksi solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan (20), pengemudi ojek online yang tewas dalam demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, beberapa waktu lalu. Aksi solidaritas yang meluas di sejumlah daerah, menurutnya, berpotensi mengganggu ketertiban umum jika tidak dikendalikan dengan baik.
“Saya memohon kepada seluruh pimpinan PTS di Jawa Timur untuk mengingatkan dan mengarahkan mahasiswa agar tetap menjaga kondusivitas daerah masing-masing. Jangan sampai terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis atau merusak fasilitas, baik milik pribadi maupun publik,” ujar Gus Zuem dalam keterangannya, Minggu (31/8/2025).
Menurut Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Pesantren Darul Ulum Jombang (Yapetidu) tersebut, unjuk rasa merupakan hak demokrasi warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Namun, jika penyampaian aspirasi dilakukan dengan cara merusak, mengganggu ketertiban, dan menimbulkan keresahan publik, maka hak tersebut telah melenceng dari tujuan mulia.
“Unjuk rasa adalah sarana menyampaikan pendapat, tapi bila berubah menjadi tindakan anarkis, maka itu melanggar hukum. Justru akan merugikan semua pihak dan jauh dari cita-cita menciptakan Indonesia yang bersatu, berdaulat, dan sejahtera,” tegasnya.
Gus Zuem menekankan, peran pimpinan PTS sangat penting dalam membimbing mahasiswa agar tetap kritis namun tetap mengedepankan cara-cara yang santun, elegan, dan konstruktif dalam menyampaikan aspirasi.
“Oleh karena itu mari kita jaga bersama, jangan sampai mahasiswa kita tercinta terjebak dalam tindakan anarkis. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan perdamaian,” pungkasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Ketua Aptisi Jatim Imbau Mahasiswa Hindari Aksi Anarkis Pasca Tragedi Affan Kurniawan
Pewarta | : Rohmadi |
Editor | : Deasy Mayasari |