TIMES JOMBANG, JOMBANG – Angka kasus kekerasan seksual sepanjang tahun 2023 mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan pada tahun 2022 lalu.
Berdasarkan data dari Womans Crisis Center (WCC) Kabupaten Jombang terdapat 80 pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan berbasis gender sepanjang tahun 2023 lalu.
Angka tersebut mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan angka kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2022 yang mencapai di angka 86 kasus.
“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Namun tetap waspada! Kejahatan seksual bisa terjadi kepada siapa saja,” kata Ana Abdillah Direktur WCC Jombang kepada TIMES Indonesia saat memaparkan refleksi 1 tahun penanganan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan sepanjang tahun 2023 di Aula Gedung Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Jombang, Rabu (28/2/2024).
Dari angka 80 kasus tersebut diantaranya 25 kekerasan terhadap istri, 3 kasus kekerasan terhadap anak, 15 pemerkosaan, 19 pelecehan seksual, 14 kekerasan dalam pacaran, 2 perdagangan orang, dan 2 lagi kasus pidana umum.
“Terjadi penurunan sebanyak 6 kasus, kasus tertinggi didominasi oleh kekerasan terhadap istri,” ujarnya.
Meski mengalami penurunan, WCC Jombang terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kekerasan seksual. Pasalnya, kekerasan seksual bisa terjadi kepada siapapun dan bahkan pelaku bisa jadi orang terdekat.
“Kami siap mendampingi korban, tetap selalu waspada karena kekerasan seksual bisa terjadi kepada siapa saja dan pelaku bisa jadi orang terdekat kita,” ungkapnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Kasus Kekerasan Seksual Menurun, WCC Jombang: Tetap Waspada
Pewarta | : Rohmadi |
Editor | : Irfan Anshori |